MENGENAL AKI BESERTA FUNGSINYA

 SEJARAH

            Aki(accu) pertama kali ditemukan di dunia pada tahun 1800 oleh fisikiawan Italia Bernama Alessandro Volta.Setelah penemuan Volta, perkembangan aki terus berlanjut, di antaranya:

  • Aki timbal-asam: Ditemukan oleh Gaston Plante, seorang ilmuwan Prancis, pada tahun 1859. Aki timbal-asam menjadi standar untuk kendaraan bermotor.
  • Aki nikel-kadmium: Ditemukan oleh Waldemar Jungner dari Swedia pada akhir abad ke-19. Aki ini populer karena daya tahannya yang baik dan kemampuan pengisian ulang. Namun, NiCd memiliki masalah lingkungan karena mengandung kadmium beracun.
  • Aki rechargeable modern: Ditemukan pada abad ke-21.

  PENGERTIAN DAN FUNGSI AKI (ACCU)

            Aki(accu) adalah komponen yang dapat menampung arus DC dengan mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Umumnya aki banyak digunakan pada kendaraan bermotor, yang berfungsi untuk menyuplai listrik pada kendaraan. Aki yang biasanya digunakan pada sepeda motor memiliki tegangan 12volt dengan kapasitas amper yang bervariasi.

Adapun macam-macam aki seperti aki basah, aki kering, aki hybrid, aki gel, aki calcium, dan aki lithium. Dari banyaknya jenis aki, namun aki yang sering ditemukan dipasaran antara lain;

  • Aki basah adalah aki yang menggunakan cairan elektrolit, atau air zuur. Aki basah memerlukan perawatan rutin, seperti penambahan air aki setiap 2 smpai 3 bulan sekali tergantung pemakaian aki.
  • Aki kering juga disebut sebagai aki MF (Maintenance Free) berbeda dengan aki basah aki kering tidak perlu melakukan perawatan rutin dikarenakan aki kering menggunakan cairan yang menyerupai gel.

PERAWATAN AKI

Agar penggunaan yang lebih lama aki memerlukan perawatan rutin, agar tidak terjadi tekor atau soak ketika kendaraan ingin digunakan, berikut adalah beberapa tips untuk kendaraan anda agar aki lebih awet.

  • Cek kondisi voltase aki secara berkala
sebagai fungsi utama aki Untuk menyimpan daya, memeriksa aki sebelum digunakan merupakan Langkah awal yang sangat penting, anda bisa menggunakan voltmeter untuk memastikan tegangan aki dalam kondisi normal. Tegangan yang normal pada kondisi aki antara 12,4 volt hingga 12,9 volt. Jika voltmeter menunjukkan angka dibawah 12 volt, lakukan pengecasan daya agar aki Kembali normal. Pemeriksaaan tegangan aki sebaiknya dilakukan minimal satu bulan sekali untuk memastikan aki dalam kondisi normal, jika anda tidak memiliki voltmeter anda bisa membawa ke toko aki terdekat untuk melakukan pengecekan.
  • Cek air aki secara rutin
Air aki mengandung elektrolit yang membantu menyimpan daya listrik. Jika aki kehabisan air aki, elemen aki akan kering dan proses penyimpanan daya akan terganggu. Untuk mencegah kerusakan khususnya aki basah yang menggunakan cairan elektrolit. Anda bisa memeriksa volume air aki agar tetap berada dikondisi normal. Batasan normal air aki seharusnya berada antara garis batas maksimum dan minimum yang tertera pada wadahnya. Jika air aki berada dibawah garis minimum anda bisa menambahkan air aki hingga mencapai batas yang sudah dianjurkan. Untuk pengecekan air aki lakukan minimal dua minggu sekali.
  • Panaskan mesin secara berkala
Jarang bepergian menggunakan mobil, sering membiarkan terparkir begitu saja di garasi, dan jarang mendapatkan perhatian lebih yang akan membuat aki soak dan kurang optimal, hal ini terjadi karena kabel aki tetap menyerap listrik saat kendaraan tidak dihidupakan. Memanaskan aki kendaraan adalah salah satu solusi paling praktis dan mudah yang bisa anda lakuakan.Usahakan setidaknya dua kali dalam satu minggu panaskan 5 menit sampai 15 menit untuk menjaga performa aki agar dapat berfungsi secara optimal.
  • Bersihkan terminal aki secara rutin
Aki yang jarang dibersihkan akan mengurangi kinerja aki terutama pada terminal aki. Terminal aki sering berkerak bisa terjadi karena tutup aki kurang rapat, kelebihan mengisi air aki, air aki menguap keluar yang berakibat terminal dan klem aki berkerak yang akan membuat arus terhambat dan tidak bisa mengalir dengan maksimal. anda bisa membersihkannya dengan menggunakan cairan anti karat atau dengan menyiramkan air panas kemudian membersihkannya dengan sikat kawat. Lakukan dua bulan sekali agar kondisi aki tetap bersih dan bisa bekerja dengan maksimal. 
  • Periksa system pengisian
System pengisian pada kendaraan bermotor sangatlah penting. Pasalnya sistem pengisian adalah rangkaian yang berfungsi untuk mengisi aki(accu) saat mesin kendaraan pada posisi hidup. Pengecekan diawali dengan kondisi aki pada voltase 12,4 volt kemudian mesin dinyalakan beserta lampu dan semua aksesoris lainya, jika voltase bertambah antara 13,5 sampai 14,8 volt maka system pengisisan ada pada kondisi normal. Jika mesin dihidupkan kemudian voltase menunjukkan angka dibawah 13,5 maka pengisian under atau kurang yang berakibat aki cepat drop, sebaliknya jika voltase menunjukan angka diatas 14,8 maka pengisian over charge yang berakibat aki cepat panas dan merusak komponen pada aki.
  • Hindari penggunaan aki mobil untuk keperluan yang tidak terlalu penting
Penggunaan aki kendaraan yang tidak perlu sangat berdampak buruk pada Kesehatan aki seperti menghidupkan musik saat mesin kendaraan mati, daya aki akan terus terkuras dan tidak terjadi pengisian Kembali pada aki yang akan membuat aki cepat soak atau tekor. Ada beberapa Langkah yang bisa dilakukan untuk meminimalisir pada masalah yang terjadi,
    • perhatikan beban penggunaan aki dan pastikan tidak ada aksesoris yang terpasang pada kendaraan yang dapat menguras daya aki tanpa alasan yang jelas. Normalnya jika mesin dalam keadaan mati aki tidak akan terkuras atau terjadi arus bocor, anda bisa menggunakan multimeter untuk mengecek arus bocor pada kendaraan khususnya mobil, kondisi normal kebocoran arus diangka 0,00 sampai 0,07 jika diatas 0,10 maka terjadi kebocoran arus.

AKI DALAM KONDISI NORMAL      
  TERJADI KEBOCORAN ARUS PADA AKI

                                                                                    

    • pasang saklar tambahan pada aksesoris kendaraan, jika askesis tidak digunakan anda bisa menonaktifkan aksesoris tersebut melalui tambahan pada saklar.

  • Copot aki kendaraan jika tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama
Sering bepergian ke luar kota dan kendaraan tidak sering digunakan anda bisa melepas kabel aki dari terminal penghubung untuk menghindari aliran listrik terus menerus yang akan membuat aki cepat soak. cara melepas aki yang benar untuk menghindari kerusakan lainya anda bisa melepas kutup aki negtif terlebih dahulu baru kemudian kutup negatif, tujuannya untuk memutuskan aliran listrik utama dari jalur ground, jika anda melepas kutup positif terlebih dahulu masih ada aliran listrik apabila terkena ground akan terjadi percikan yang cukup berbahaya. Maka dianjurkan untuk teman-teman apabila melepas aki baiknya kutup negtif terlebih dahulu. 

Posting Komentar